esdp.cc - Di tahun-tahun awal Orde Baru, Indonesia terlihat seperti negara yang menemukan jalannya. Jalan raya mulai mulus, jembatan dibangun, sekolah dan rumah sakit bertambah, dan angka inflasi relatif terkendali. Pemerintahan Soeharto menghadirkan wajah modernisasi dan pembangunan, di tengah trauma politik pasca-1965. Stabilitas politik yang diciptakan rezim ini tampak sebagai fondasi yang memungkinkan Indonesia menapak modernitas.
Dalam bidang ekonomi, Orde Baru menekankan program pembangunan nasional yang terencana. Swasembada pangan menjadi slogan, dan pemerintah berhasil mengurangi ketergantungan impor beras melalui proyek pertanian masif. Industrialisasi terbatas dimulai di kota-kota besar, dan proyek infrastruktur skala nasional menandai era modernisasi: bendungan, jalan tol, pelabuhan, dan bandara. Dalam jangka pendek, langkah-langkah ini efektif meningkatkan produktivitas dan membuka lapangan kerja.
Namun pembangunan ini tidak netral. Akses terhadap proyek, pinjaman, dan investasi seringkali terpusat pada kroni dan oligarki. Bank dan perusahaan besar yang dekat dengan rezim mendapat perlindungan, sementara usaha rakyat atau pihak yang kritis terhadap pemerintah tidak selalu mendapat ruang. Stabilitas ekonomi yang terlihat sering kali menutupi ketimpangan yang meluas, dan ketergantungan pada jaringan kekuasaan tersentralisasi menjadi akar kerapuhan.
Update Wacana Publik dari Isu² Populer, Follow dan Subscribe Lengkapi Sumber Daya Pikiranmu!