Lansia di Sumbar Babak Belur Usai Protes Tambang Ilegal

Saudah, seorang petani yang sehari-hari menggembala sapi di sekitar aliran sungai yang kini menjadi lokasi aktivitas tambang. Berdasarkan informasi...
Nenek Saudah Sedang Menjalani Perawatan di Rumah Sakit (Dok. LBH)

esdp.cc - Seorang nenek di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, mengalami penganiayaan setelah memprotes aktivitas tambang emas ilegal di sekitar tempat tinggalnya. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan publik karena korban merupakan warga lanjut usia yang berusaha menyuarakan penolakan terhadap kegiatan yang diduga merusak lingkungan.

Saudah, seorang petani yang sehari-hari menggembala sapi di sekitar aliran sungai yang kini menjadi lokasi aktivitas tambang. Berdasarkan informasi yang didapatkan, ia sempat menegur aktivitas penambangan yang dilakukan di kawasan tersebut karena dikhawatirkan dapat merusak lingkungan dan lahan masyarakat.

Namun, teguran tersebut diduga memicu tindakan kekerasan. Saudah dilaporkan mengalami penganiayaan hingga mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh, termasuk di wajah dan leher. Ia juga mengalami luka di bagian kening yang harus mendapatkan jahitan akibat insiden tersebut.

Setelah kejadian, korban ditemukan dalam kondisi lemah dan sempat tidak sadarkan diri. Keluarga kemudian membawa Saudah untuk mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.

Aparat kepolisian setempat kemudian melakukan penyelidikan atas laporan tersebut. Dalam proses awal penyelidikan, polisi mengamankan seorang terduga pelaku berinisial IS, pria berusia 26 tahun yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Peristiwa ini turut memicu perhatian dari berbagai pihak, termasuk pegiat lingkungan dan organisasi masyarakat sipil. Mereka menilai kasus ini tidak hanya berkaitan dengan tindak kekerasan terhadap warga, tetapi juga mencerminkan persoalan yang lebih luas terkait maraknya aktivitas tambang ilegal di sejumlah wilayah.

Para aktivis lingkungan telah mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan tersebut sekaligus menindak tegas aktivitas pertambangan ilegal yang dinilai telah menimbulkan kerusakan lingkungan serta konflik sosial di tengah masyarakat.

Kasus yang menimpa Saudah menjadi pengingat bahwa aktivitas tambang ilegal tidak hanya berdampak pada lingkungan, akan tetapi juga berpotensi menimbulkan ancaman terhadap keselamatan warga yang berani menyuarakan penolakan terhadap praktik tersebut. Masyarakat berharap penanganan hukum yang tegas dapat memberikan keadilan bagi korban serta mencegah kejadian serupa terjadi di masa yang akan mendatang.

Posting Komentar