esdp.cc - Kisah Marsinah, buruh perempuan dari Nganjuk yang dibunuh secara brutal pada tahun 1993, adalah cermin abadi perjuangan martabat. Ia bukan pemimpin massa, melainkan seorang yang berani bersuara menuntut hak upah minimum di PT Catur Putra Surya. Keberaniannya untuk datang sendirian ke kantor aparat demi membela kawan-kawannya, berujung pada hilangnya nyawa dan menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan Orde Baru.
Diangkatnya Marsinah sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2025 adalah pengakuan negara atas perjuangannya. Namun, luka keadilan masih menganga. Siapa komando di balik pembunuhan brutal ini? Mengapa negara begitu takut pada suara seorang buruh perempuan?
Update Wacana Publik dari Isu² Populer, Follow dan Subscribe Lengkapi Sumber Daya Pikiranmu!